seperti gerimis
yang mengirimkan tangis..
dan aku menyambutnya tanpa risih...
bukankah hidup ini tak akan pernah lepas dari sedih?
begitu juga rasa ini...
cinta ini...
betapa pun perlahan
kita mengatur jejak
pada tiap ruang dan petak...
tetap saja ada hati yang retak
tetap saja mereka berteriak!
desir daunan ditiup angin...
menusukkan irama indah dalam dada
beginikah rasanya cinta?
bukankah begini
seharusnya kita rasa?
cinta ini...
cinta terlarang
tapi siapakah mereka
untuk menghalang?
di bawah dingin tangisnya gerimis dan indahnya irama daunan ditiup angin...
aku ingin terus nyanyikan lagu cinta ini...
walau nada-nada yang jatuh meremukkan hati...
biar lagu cinta ini
lirih menembusi diri
kasihku padamu
tak akan pernah mati...
tika ada resah
ReplyDeletemelarik rasa
hitungkan cinta
yang mewarna jiwa
kasih itu..
cinta itu..
tak akan pernah mati
kerna "rasa" itu
tak pernah mati...
Kalau cinta sejati, memang ia tidak akan pernah pergi.
ReplyDeleteThanx mydearie,beautiful words :D
ReplyDeletethanx fiza,cinta sejati xkan pnh pergi,xkan pnh lari..ia dtg juga tanpa dicari :)
alangkah mudah andai cinta itu satu. Cuba kalau cinta itu dua...waduh...siksa
ReplyDeleteArnie..kalau saja cinta itu berjuta2 tanpa sengketa..kita pasti bahagia :D
ReplyDeleteCinta terlarang, menyeksa jiwa, mengguris rasa dan membuah tangis.
ReplyDeleteYang terlarang memang indah tetapi tidak boleh dipegang, disentuh, nanti membakar hati sendiri
Cik ben.. Cinta tetap cinta xkira apa bentuk dan labelnya.....biar mengguris hati..biar membakar diri...biar manusia mati berkali2...yg bernama cinta itu tetap abadi :)
ReplyDeleteSalam perkenalan...
ReplyDeleteYour poem makes my heart ryhme,
The beat that u hit,
Makes my heart feel da' heat... :)
Thanx zaralyn.. :)
ReplyDeletetapi, kalau cinta tak bersatu, sengsaranya membawa ke mati wak...
ReplyDeleteItu cinta dlm konsep 'narrow path' namanya... Kalau nk bincang dgn lanjut email saye ye cik ben :)
ReplyDelete